oleh

Mekanisme Penulisan NIS PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Alor

ALORPINTAR.COM – Setiap tahun ajaran baru, sudah menjadi rutinitas bagi tata usaha atau operator sekolah untuk mempersiapkan Nomor Induk Siswa. Tentunya penomoran tersebut harus sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah ada sebelumnya.

Panduan Penerbitan Nomor Induk Siswa Sekolah untuk Jenjang TK/PAUD, SD dan SMP ini sudah ada sejak tahun 2018 lalu. Sesuai dengan Surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Nomor 1886/Pend.429/Pend/VII/2018 Tahun 2018, tertanggal 13 Juli 2018. 

Nomor Induk Siswa (NIS) adalah kode pengenal identitas peserta didik pada satuan pendidikan sekolah yang bersifat unik dan standar untuk dapat membedakan satu peserta didik dengan peserta didik lainnya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Tahun bersangkutan baik secara internal di lingkungan sekolah yang bersangkutan maupun secara nasional melalui vervalpd. Sedangkan NISN diberikan kepada setiap peserta didik yang mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan yang telah terdaftar dalam database Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang merupakan sistem pendataan utama yang dikelola oleh Pusat Data Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Persyaratan Penerbitan NIS

  1. Siswa sudah terdaftar dan tercatat sebagai peserta didik pada satuan pendidikan sekolah saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan telah diinput pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  2. Siswa mengisi formulir peserta didik yang disediakan oleh satuan pendidikan sekolah secara lengkap dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
  3. Operator sekolah secara periodik melaporkan perkembangan data setiap peserta didik kedalam Aplikasi Dapodikpauddasmen.

Formulasi Penyusunan NIS

Penulisan Nomor Induk Siswa (NIS) yang baru dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Nomor Induk Siswa (NIS) berjumlah sepuluh (10) digit. Contoh; 1809599001 ~ 1809599101.
  2. Dua (2) digit pertama diisikan dua digit (2) terakhir tahun masuk siswa. Contoh 2018 ditulis 18.
  3. Lima (5) digit berikutnya diisikan lima (5) digit terakhir Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) masing-masing sekolah. Misalnya; 50309599 ditulis 09599
  4. Tiga (3) digit berikutnya diisikan nomor urut siswa sesuai urutan abjad penulisan nama lengkap siswa atau Peserta Didik yang mendaftar terlebih dahulu serta Peserta Didik pindahan dari satuan pendidikan lainnya dapat diberikan NIS sesuai urutan pendaftaran pada Buku Induk Peserta Didik. Contohnya ; 001 ~ 101
  5. Jika ada Peserta Didik pindahan tersebut adalah Peserta Didik kelas lebih tinggi pada saat PPDB pada tahun tersebut tetap dicatat dan dihitung sebagai jumlah penerimaan peserta didik tahun masuk.  
  6. NIS ini hanya berlaku pada satuan pendidikan tersebut saja. Jika Peserta Didik tersebut telah dinyatakan lulus/tamat belajar pada jenjang TK/PAUD  dan melanjutkan ke jenjang SD, maka NIS tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Dan Satuan Pendidikan (SD) segera menerbitkan NIS baru pada peserta didik tersebut secara berjenjang.
  7. Mekanisme penulisan Nomor Induk Siswa (NIS) yang baru mulai diberlakukan pada penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2018/2019.

Mekanisme penulisan NIS bertujuan; Memudahkan Kepala Satuan Pendidikan maupun Pendidik dapat mengetahui jumlah siswa tahun masuk tersebut dan membedakan peserta didik dengan tingkatan kelas. Menjadi nomor unik dari satuan pendidikan tertentu kepada semua peserta didik dan dapat diketahui oleh semua kalangan terhadap peserta didik tersebut bahwa Nomor Induk Siswa ini berasal dari satuan pendidikan ini dan lain-lain.

Untuk file Mekanisme Penulisan Nomor Induk Siswa bisa diunduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar