oleh

Cepatlah Menikah

TAKUT NIKAH KARENA PENGHASILAN BELUM CUKUP?? BACA DULU.
Saya tanpa sengaja pernah mendengar seorang Ustadz menasihati jamaahnya..
Bagus sekali nasihatnya..
Begini ceritanya.
“Ustadz, saya ingin segera menikah. Tapi saat ini pekerjaan saya masih belum tetap. Dan gaji saya kecil..apa yg harus saya lakukan?
Saya bingung, takut. Tapi juga sudah ingin segera menikah. Mohon nasihatnya Ustadz.”
Saya lihat sang guru senyum..
Lalu menjawab,
“Kamu itu ada-ada aja. Mikirin sesuatu yg kamu sudah tahu jawabannya.
Saya tanya..”
“Kamu selama ini bisa makan tidak?” tanya ustadz.
“Makan ustadz.”, jawab murid..
“Calon istri kamu kira-kira sekarang bisa makan tidak?”, tanya sang ustadz lagi.
“Ya insya Allah makan ustadz..”, jawab murid lagi.
“Kalau kalian berdua sebelum menikah bisa makan. Alloh kasih kalian makan.
Lantas kenapa setelah menikah takut nggak bisa makan?
Selama ini kalian sendiri dan terpisah, tapi Alloh kasih kalian rezeki. Setelah Alloh persatukan dalam tali pernikahan yg suci. Alloh ridho pada kalian daripada kalian berzina. Lantas apa yg membuat Alloh punya alasan untuk tidak memberi kalian makan?”
Mendengar jawaban luar biasa ini..
Saya bergetar. Iya lho..
Banyak hari ini para pemuda-pemudi takut menikah karena alasan:
– pekerjaan belum layak
– gaji belum besar
– belum punya rumah
– masih punya cicilan
– dan lain-lain
Tapi mereka nggak takut zina.
Lebih takut nggak makan, dari pada takut sama dosa. Naudzubillah..
jodoh
Segerakan..!!
Yang laki-laki apalagi, jangan takut melamar.
kalau nggak dapet juga. Sini saya bantu cariin calon.
Saya ada banyak kenalan nih.. Inbox aja.
Insyaallah, siapa tahu jodoh.

Menikah Itu tidak hanya tentang hidup bersama setelah akad.
Bukan hanya tentang makan bersama, tidur bersama, atau tinggal bersama di dalam satu rumah. Jauh lebih besar dari itu semua..
Menikah adalah proses menaikkan level ibadah. Yang sebelumnya ibadah sendirian, jadi punya teman halal untuk menjaga keistiqomahan.
Jangan hanya bicara tentang cinta dan impian keromantisan.. tapi gunakan setiap saat dalam pernikahan menjadi ajang obrolan calon penghuni surga. Saling mengajak dalam kebaikan dan menyemangati dalam ibadah.
Misalnya..
Sayang, bangun yang.. tahajud yuk. Biar Alloh memudahkan hajat kita.
Mas, sebelum tidur baca Al Mulk yuk barengan. Biar nanti kita terhindar dari siksa kubur.
Dinda, besok hari kamis, sudah nyiapin makan buat sahur? Biar kita bisa puasa sama-sama.
Cinta, mumpung awal bulan. Kita bagikan dulu sedekah ke yang membutuhkan. Supaya rezeki kita penuh keberkahan.
Adek sudah dhuha?? Biar Alloh mudahkan rezeki untuk keluarga kita.
Suamiku.. sudah berkunjung ke rumah ibu?? Biar engkau tetap tercatat sebagai anak berbakti dan aku tercatat sebagai istri yang menjaga bakti suaminya pada ibunya.
Kekasihku.. besok tolong lebihkan bekal untuk kanda ya. Siapin 2 lagi bekal makan siang, mau kanda bagi untuk sekuriti di kantor. Biar masakan dinda juga jadi pengantar menuju surga.
Kira-kira begitulah seharusnya isi obrolan rumah tangganya orang beriman..
Bukan hanya sekedar rayuan tanpa amalan.
Sebab, begitu banyak yang ingin bersama hingga surga dengan pasangannya..
Tapi ia lupa mengajak pasangannya mengenal jalan menuju surga ketika masih di dunia.

NasihatUntukDiri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar