oleh

Budi Pekerti Penentu Kesempurnaan Iman Seseorang

ALORPINTAR.COM Hadist tersebut menegaskan bahwa budi pekerti merupakan penentu sempurna atau tidaknya keimanan seseorang. Tidaklah seseorang merasa telah sempurna imannya hanya karena ibadah ritual semata, tetapi ia harus menunjukkannya pada kehidupan dan akhlak keseharian.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik budi pekertinya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Darimi).

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita bergaul dengan orang yang beragam watak, karakter, kebudayaan, agama, bahkan prinsip hidup yang berbeda. Sikapilah segala perbedaan tersebut dengan mengedepankan budi pekerti atau akhlak yang baik.

Ketika an-Nawwas bin Sam’an RA bertanya tentang kebajikan dan dosa, Nabi Muhammad SAW menjawab, “Kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedangkan dosa adalah sesuatu yang merisaukan hati, dan kamu tidak senang apabila hal itu diketahui orang lain.” (HR Muslim).

Dengan Budi pekerti atau akhlak yang baik, kita bisa membuat orang lain merasakan kedamaian. Pun pula, orang lain tidak tersakiti oleh lisan dan tindakan kita.

Allah dan Rasul-Nya sangat mencintai orang yang berbudi pekerti luhur. Bahkan, orang yang berbudi pekerti luhur termasuk yang paling banyak masuk surga.

Hal itu terungkap, sebagaimana ketika Nabi Muhammad SAW ditanya, “Apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?”

Beliau pun menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan budi pekerti yang baik.”

Kemudian, Nabi Muhammad SAW pun ditanya, “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?”

Beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR Tirmidzi).

Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama perihal akhlak manusia. Kesempurnaan akhlak beliau menjadi wasilah keberhasilan dakwah. Itulah sebabnya, teruslah berbuat kebajikan. Hiasi diri dengan budi pekerti dan akhlak yang luhur.

Apabila kita menyempurnakan iman dengan terus memperbaiki akhlak, keindahan agama akan semakin dirasakan. Bukan hanya oleh kita, melainkan juga oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.


Marilah Saudaraku. Yuk… bangun, ambil air wudhu, terus salat tahajud!

Ya Allah, Tuhan kami. Berilah kami petunjuk untuk selalu berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik budi pekerti, sebaik-baik akhlak. Lindungi kami dari buruknya amalan dan buruknya akhlak serta tidak ada yang mampu melindungi dari kejelekannya amalan kecuali Engkau, ya Allah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *