oleh

Menjadi Guru Itu Berpahala

ALORPINTAR.COM Beruntunglah para guru, pengajar, dan dosen yang mengajarkan ilmu kepada muridnya hingga mereka meraih pahala. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, dia mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Ibnu Majah).
Sejatinya, orang tua kita pun adalah guru. Ulama pun adalah guru. Orang lain yang kita tidak kenal lalu menunjukkan satu kebaikan kepada kita pun adalah juga guru. Bahkan, Nabi Muhmmad SAW seorang guru. “Sungguh, aku telah diutus (oleh Allah) sebagai seorang pengajar.” (HR. Ibnu Majah).

Guru pada lembaga pendidikan merupakan seorang pengajar dan pendidik profesional di lembaga pendidikan formal. Tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, baik di tingkat dasar maupun menengah.

Guru dalam bahasa Jawa merupakan singkatan dari “digugu dan ditiru” (orang yang dipercaya dan diikuti). Guru bukan hanya bertanggung jawab mengajar mata pelajaran yang menjadi tugasnya, melainkan juga mendidik moral, etika, integritas, dan karakter.

Harus kita akui bahwa peranan guru dalam kehidupan umat manusia sangat penting. Tidak mengherankan bahwa seseorang dengan jabatan paling rendah sekalipun hingga jabatan presiden tidak akan pernah melupakan jasa guru.

Tugas utama guru atau pengajar adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tanpa jasa guru, kita tidak bisa membaca ataupun menulis. Guru adalah sosok yang begitu mulia dan diagungkan, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat

Mengajar adalah bagian penting dari proses pendidikan. Saking pentingnya mengajar (menyebarkan ilmu), Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan, lalu ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat kelak Allah akan mengekangnya dengan kekang api neraka.” (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi).

Sementara itu, siapakah sosok pengajar yang patut diteladani? Nabi Muhammad SAW menyatakan dalam sabdanya, “Sungguh, aku telah diutus (oleh Allah) sebagai seorang pengajar.” (HR Ibnu Majah).

Seperti apa pun hebatnya kita saat ini pastilah kita telah berutang budi kepada guru kita. Cara untuk memuliakan guru di antaranya adalah mendoakannya. Nabi Muhammad SAW berpesan, “Siapa yang memberikan kebaikan untukmu, balaslah. Jika kamu tidak mampu membalasnya, doakanlah ia hingga kamu yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud).

Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Sungguh. Allah, para malaikat-Nya, serta semua penghuni langit dan bumi termasuk semut dalam lubangnya dan ikan-ikan, semuanya mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang mengajari manusia.” (HR Tirmidzi). Masya Allah.

Mengajar adalah pekerjaan dan tugas mulia. Bahkan, Imam al-Ghazali mengumpamakan guru (pengajar) itu ibarat matahari sebagai sumber kehidupan dan penerangan di langit dan di bumi. Dengan ilmunya, seorang guru pengajar dapat memberikan penerangan kepada umat sehingga mereka dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

🕋 Ya Allah, ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.

menyambut hari Guru, 25 November 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *