oleh

Jangan Marah

ALORPINTAR.COM – Sebagai hamba yang lemah, manusia tidak bisa luput dari kekurangan, rasa lelah, dan tekanan. Kadang,  terasa masalah seperti datang bertubi-tubi, seakan di luar batas kemampuan, sampai benar-benar menjebol benteng kesabaran  sehingga amarah datang menerjang.

 Seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad  (Rasulullah)  SAW lalu berkata, “Berilah aku nasihat!”

Nabi Muhammad  SAW pun  menjawab, “Jangan marah!”

 Lelaki  tadi  mengulang pertanyaanya beberapa kali. Rasulullah SAW tetap menjawab, “Jangan marah.” (H.R.  al-Bukhari).

 Tidak sedikit orang yang gagal bertahan untuk  bersabar.  Sebagian mereka larut dibakar oleh amarah sehingga kehilangan kemampuan akal sehat untuk berpikir rasional.

 Pada akhirnya, tindakan di luar nalar tidak mampu dicegah oleh diri manusia itu sendiri. Ada suami membunuh istri. Ada istri membunuh anak. Ada anak menyeret ibu dan bapaknya ke meja hijau. Sebab utamanya, diri gagal mengendalikan amarah.

 Oleh karena itu, agama menjelaskan bahwa orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan amarah dalam dirinya, bukan orang yang bisa berperilaku semena-mena karena kuat berkelahi, bertengkar, atau bergulat. “Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, melainkan orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.”  (H.R. Bukhari dan Muslim).

 Agama mengajarkan cara menahan amarah. Di antaranya adalah sebagaimana  yang  dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti  yang di bawah ini.

 Lebih Baik Diam.  Diam menjadi cara terbaik yang bisa dilakukan setiap orang ketika amarah menyelimuti hati. Sebab, dengan diam seseorang dapat mengendalikan emosinya untuk meredam suasana. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika kalian marah, diamlah.” (H.R. Ahmad).

 Mengubah Posisi Badan.  Misalnya, ketika sedang marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Atau, ketika marah dalam keadaan duduk, berbaringlah. “Apabila kalian marah, dan dalam posisi berdiri, hendaknya duduk. Sebab,  dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak seseorang mengambil posisi tidur.”  (H.R. Ahmad dan Abu Daud).

 Mengambil Air Wudhu.  Wudhu dapat memadamkan api yang berkobar saat marah. Maknanya, ketika marah, hati dan pikiran manusia dapat diselimuti oleh api setan. “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya berwudhu.”  (H.R. Ahmad dan Abu Daud).

 Mandi. Nabi Muhammad SAw bersabda,  “Marah itu dari setan, setan itu dari api, dan air bisa memadamkan api. Apabila kalian marah, mandilah.” (HR. Abu Nuaim).

Semoga Allah  ridha menganugerahkan  kepada kita semua:  keselamatan dan  rahmat, kesehatan dan kebahagiaan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *