oleh

Orang Baik Pandai Selalu Menjaga Perkataannya

ALORPINTAR.COM – Tolok ukur seseorang  dikatakan baik (bermoral)  atau tidak baik (amoral),  salah satunya bisa dilihat dari bagaimana dia bertutur kata. Orang yang bermoral baik,  pandai menjaga perkataan dan perasaannya. Itulah akhlak  utama dan terpuji. Dalam hal ini, lisan menjadi ukuran.

Seseorang yang tutur katanya kotor dan menyakiti orang lain, dipastikan isi hatinya pun kurang lebih sama. Berarti orang seperti itu tidak berhati-hati dengan hatinya.

Ibarat sebuah teko.  Jika teko diisi air teh, yang keluar pun pasti air teh. Sebaliknya, jika teko tadi diisi air kopi, yang keluar pun air kopi. Tidak mungkin tertukar.

Hati juga begitu. Maka, menjaga hati agar tidak kotor dan mengucapkan hal-hal yang kotor melalui mulut adalah jihad dengan pahala yang besar.

Seandainya kita mendengar atau bergaul dengan orang yang lisannya tajam, selalu menyinggung orang lain dengan ucapannya, sebaiknya kita pergi. Mereka bukan kawan yang baik.

Apa pasal? Tidak pandai menjaga lisan, bisa-bisa kita terbawa sifat negatif mereka. Kemudian, kita  pun terbiasa mengatakan dengan perkataan yang kotor lagi menyakitkan bagi orang lain.

Penggunaan tutur kata yang tidak benar bisa menimbulkan penyakit jiwa. Itulah sebabnya, Nabi Ibrahim  A.S. pernah mengucapkan suatu doa yang sangat penting.

Doa itu diabadikan dalam  Alquran Surah  As-Syuara’ ayat 84. 

“Waj’al lii lisaana sidqin fil aakhiriin,  “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.”

Doa tersebut merupakan harapan dan keinginan Nabi Ibrahim A.S. Beliau  berharap agar orang-orang yang hidup sesudahnya tetap menghormatinya dengan ungkapan-ungkapan yang baik.

Semoga Allah  ridha menganugerahkan  kepada kita semua:  keselamatan dan rahmat, kesehatan dan kebahagiaan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *