oleh

Syekh Abdul Qodir Jaelani Menangis Tersungkur, Ketika Mendapat Pertanyaan dari Si Pemabuk

-Uncategorized-2,144 views

ALORPINTAR.COM- Kisah Wali Allah Syekh Abdul Qodir Jaelani dibuat menangis tersungkur karena pertanyaan seorang pemabuk.

Syekh Abdul Qodir Jaelani mendapat julukan quthubul auliya’ serta ghautsul a’dzam, orang suci terbesar dalam Islam.

Dia berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Sehingga lebih membumi karena ajaran amaliahnya.

Diceritakan, saat melakukan perjalanan, Syekh Abdul Qodir Jaelani bersama murid-muridnya berpapasan dengan seorang pemabuk berat.

Tak disangka, si pemabuk tersebut menghentikan langkah rombongan Syeh Abdul Qadir Al-Jaelani.

Si pemabuk mengutarakan tiga pertanyaan yg membuat Syekh kaget dan salah satunya bikin menangis.

Dikutip dari YouTube Penerus Para Nabi, berikut adalah perbincangan si pemabuk dengan Syekh Abdul Qodir Jaelani:

“Wahai Syekh, apakah Allah mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli taat?”

Syekh Abdul Qadir Al-Jalani menjawabnya:
“Tentu mampu, Allah Maha Kuasa”
Kemudian si pemabuk bertanya lagi :
“Apakah Allah mampu mengubah ahli maksiat sepertiku menjadi ahli taat setingkat dirimu?”
Dengan penuh kasih sayang Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Menjawabnya :
“Sangat Mampu, Allah Maha Kuasa Atas segala sesuatu.”

Si pemabuk bertanya kembali : "Apakah Allah mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?". Mendengar pertanyaan ketiga, seketika itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menangis tersungkur dan bersujud kepada Allah.

Murid-murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani pun penasaran dan kebingungan. Lalu mereka memberanikan diri untuk bertanya.
“Wahai Tuan Syekh, apa gerangan yang membuat mu menangis?”

Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawab pertanyaan muridnya dengan penuh perhatian dan hati tergetar.

“Betul sekali si pemabuk itu, Pertanyaan terkahir yg menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah,”
“Kapan saja Allah mampu mengubah nasib seseorang termasuk diriku. Siapa yang bisa menjamin diriku bernasib baik, meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Pertanyaan itu pula yg mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah.
Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Demikian kisah pertemuan Syekh Abdul Qadir dengan seorang pemabuk.

Sekelas beliau saja sangat khawatir dengan dirinya dan tidak pernah bangga dengan maqam kewaliannya.

Bagaimana dengan kita yang belum jelas kedudukannya di sisi Allah. Wallahu Alam Bishowab.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *