oleh

Rasa Syukur vs Rasa Keluhan

ALORPINTAR.COM – Apa kondisi pikiran kita saat ini?
Apakah kondisi perasaan Anda saat ini?
Apakah Anda sedang memelihara rasa syukur atas hidup Anda saat ini? Atau Anda sedang menyepelekan kondisi hidup Anda saat ini?

Jika kita tidak bersyukur atas setiap hal didalam hidup kita, tanpa sengaja kita tidak menghargai kehidupan dan sedang menyepelekan hal-hal itu. Menyepelekan walaupun hal kecil adalah penyebab utama negativitas, karena ketika kita menyepelekan, berarti kita tidak bersyukur dan otomatis kita kehilangan kesempatan menggugah “rasa syukur”. Dan resiko besarnya adalah kita menghentikan terjadinya keajaiban dalam hidup kita.

Namun di saat kita bersyukur dan berterima kasih kepada kehidupan, kehidupan akan membawa kita ke peningkatan hidup yang positip, begitupun sebaliknya, tindakan menyepelekan akan menjerumuskan ke penurunan hidup.

Menyepelekan segala hal akan menghasilkan pemikiran negatip dan kata-kata (ucapan) negatif yang berujung pada keluhan. Ucapan adalah doa. Jadi tanpa kita sadari kita akan mendatangkan lebih banyak hal yang kita keluhkan ke dalam hidup kita, karena kita mengundangnya.

Mungkin sebagian besar orang sudah merasa bersyukur. Namun jika relasi memburuk, tekanan keuangan, kurangnya kesehatan, banyak masalah pekerjaan, situasi negatif itu muncul karena “kurangnya syukur” dalam waktu tertentu.

Mungkin pernyataan di atas membuat kuping kita merah. Tetapi memang benar adanya, walaupun kehidupan kita berdasar, Berketuhanan Yang Maha Esa namun faktanya,

“Ilmu agama (baru) hanya sekedar di jadikan teory dan dogma belaka”. (Erbe Sentanu).

Sebenarnya betapa mudahnya untuk mendatangkan keajaiban dengan amalan surat Ibrahim ayat, 7. “Barang siapa bersyukur kepada-Ku, akan Aku tambah nikmatnya”. Bahkan syukur adalah cara ajaib untuk keluar dari negativitas. Sampai-sampai, buku yang berisikan jurnal syukur dari Rhonda Byrne di beri judul, The Magic.

Jadi, keluhan, pikiran, kata-kata (ucapan) negatif dan tindakan menyepelekan (melupakan syukur) akan menghentikan hal-hal yang baik mendatangi hidup Anda, karena itu bagian dari doa negatip Anda.

“Sekarang Anda mengerti bahwa ketika sesuatu menjadi tidak beres dalam kehidupan Anda, berarti Anda tidak cukup bersyukur meski tanpa Anda sadari (tidak Anda sengaja)”. (Rhonda Byrne).

Meski sulit, pertama-tama kita harus mencari hal-hal yang bisa disyukuri di dalam situasi negatif itu. Terlepas dari betapa buruknya keadaan itu, kita selalu bisa menemukan sesuatu untuk kita syukuri, terutama ketika kita tahu bahwa syukur akan dengan ajaib mengubah setiap situasi negatif.

Semua ucapan adalah doa.
Meributkan segala hal juga doa.
Keluhan juga doa.
Syukur juga doa, dan
Rasamu adalah doamu.
Marilah kita bangun kebiasaan bersyukur, demi kebaikan diri sendiri dan kemajuan negeri kita ini.

“Rasa syukur adalah saluran terbesar untuk membangun rasa kaya, atau doa kaya”.

By Muhammad Sodiq

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *